Aku punya mimpi

Januar 15, 2009

Heute ist der 80. Geburtstag von Martin Luther King, Jr. Der eigentliche Feiertag ist erst am 19. Januar, aber ich will die Gelegenheit wahrnehmen, einen Ausschnitt aus seiner berühmtesten Rede vorzustellen:

Aku punya mimpi bahwa suatu hari akan datang di mana bangsa ini akan bangkit, dan menyadari arti sesungguhnya dari apa yang mereka percayai: „kami memegang kebeneran ini sebagai sebuah bukti nyata, bahwa semua orang diciptakan setara.“

Aku punya sebuah mimpi bahwa suatu hari di bukit-bukit merah di Georgia, anak-anak dari mantan budak dan anak-anak dari mantan pemilik budak dapat duduk bersama dalam sebuah meja PERSAUDARAAN.

Aku punya sebuah mimpi bahwa suatu hari bahkan di negara bagian Mississippi, sebuah negara bagian yang dipenuhi oleh panasnya ketidakadilan, dan panasnya tekanan dapat berubah menjadi oasis kebebasan dan keadilan.

Aku punya sebuah mimpi bahwa suatu hari, keempat anakku akan hidup di sebuah negara di mana mereka tidak akan dinilai dari warna kulit mereka, tapi dari karakter yang mereka miliki.

Aku mempunyai sebuah mimpi hari ini! Aku punya sebuah mimpi bahwa suatu hari, di Alabama, tempat di mana masalah rasis sangat kental dan kejam, tempat di mana mulut para pemimpin hanya dipenuh kata „pemisahan“ dan „penolakan“; hari itu akan datang di mana anak-anak laki-laki dan perumpuan berkulit hitam dan anak-anak laki-laki dan perumpuan berkulit putih dapat bergandengan tangan layaknya saudara.

Aku mempunyai sebuah mimpi hari ini!
Aku punya sebuah mimpi bahwa suatu hari, setiap lembah akan ditinggikan, dan setiap bukit dan gunung akan diluruskan; „Dan kemuliaan Tuhan akan disingkapkan dan setiap tubuh akan dapat melihatnya bersama-sama.“

Ini adalah harapan kita, dan ini adalah keyakinan yang akan selalu kubawa ke daerah selatan.

Den Rest des Beitrags lesen »